<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>GPIB SINAI SURABAYA</title>
		<link>http://gpibsinaisby.ucoz.com/</link>
		<description>Blog</description>
		<lastBuildDate>Fri, 21 May 2010 08:33:23 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://gpibsinaisby.ucoz.com/blog/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Mangkuk Tanpa Alas</title>
			<description>&lt;span style=&quot;FONT-FAMILY: &apos;arial&apos;; COLOR: #008000; FONT-SIZE: 9pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;FONT-FAMILY: &apos;Courier New&apos;; COLOR: #000000&quot;&gt;&lt;span style=&quot;FONT-FAMILY: &apos;arial&apos;; COLOR: #800000&quot;&gt;Seorang raja bersama pengiringnya 
keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Di keramaian, ia 
berpapasan dengan seorang pengemis.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sang raja menyapa pengemis ini, &quot;Apa 
yang engkau inginkan dariku?&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Si pengemis itu tersenyum dan berkata, &quot;Tuanku 
bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sang raja 
terkejut, ia merasa tertantang, &quot;Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa 
yang engkau minta, katakanlah!&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Maka menjawablah sang pengemis, &quot;Berpikirlah 
dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rupanya sang 
pengemis bukanlah sembarang pengemis.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Namun raja tidak merasakan hal 
itu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat 
nasihat dari seorang pengemis. &quot;Sudah aku kat...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;FONT-FAMILY: &apos;arial&apos;; COLOR: #008000; FONT-SIZE: 9pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;FONT-FAMILY: &apos;Courier New&apos;; COLOR: #000000&quot;&gt;&lt;span style=&quot;FONT-FAMILY: &apos;arial&apos;; COLOR: #800000&quot;&gt;Seorang raja bersama pengiringnya 
keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Di keramaian, ia 
berpapasan dengan seorang pengemis.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sang raja menyapa pengemis ini, &quot;Apa 
yang engkau inginkan dariku?&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Si pengemis itu tersenyum dan berkata, &quot;Tuanku 
bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sang raja 
terkejut, ia merasa tertantang, &quot;Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa 
yang engkau minta, katakanlah!&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Maka menjawablah sang pengemis, &quot;Berpikirlah 
dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rupanya sang 
pengemis bukanlah sembarang pengemis.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Namun raja tidak merasakan hal 
itu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat 
nasihat dari seorang pengemis. &quot;Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi 
permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan 
kaya-raya.&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu 
mengangsurkan mangkuk penadah sedekah, &quot;Tuanku dapat mengisi penuh mangkuk ini 
dengan apa yang tuanku inginkan.&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Bukan main! Raja menjadi geram mendengar 
&apos;tantangan&apos; pengemis di hadapannya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Segera ia memerintahkan bendahara 
kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar 
ini dengan emas!&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar 
yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Anehnya, emas dalam 
pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak mau 
kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara 
mengisi mangkuk itu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Tetapi mangkuk itu tetap kosong.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Bahkan seluruh 
perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, ratna mutumanikam telah habis 
dilahap mangkuk sedekah itu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Mangkuk itu seolah tanpa dasar, 
berlubang.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di 
kaki si pengemis, ternyata dia bukan pengemis biasa, terbata-bata ia bertanya, 
&quot;Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah 
mangkuk sedekah ini?&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pengemis itu menjawab sambil tersenyum, &quot;Mangkuk itu 
terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Itulah yang mendorong 
manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Ada kegembiraan, gairah memuncak 
di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan 
sesuatu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang 
telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi artinya bagimu&quot;.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Semuanya 
hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas 
itu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kegembiraan, gairah, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala 
dalam proses untuk mendapatkan keinginan..&amp;nbsp;&lt;br&gt;Begitu saja seterusnya, selalu 
kemudian datang keinginan baru.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Orang tidak pernah merasa puas.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Ia 
selalu merasa kekurangan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Anak cucumu kelak mengatakan: power tends to 
corrupt; kekuasaan cenderung untuk berlaku tamak.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Raja itu bertanya 
lagi, &quot;Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?&quot;&amp;nbsp;&lt;br&gt;.&quot;Tentu ada, yaitu 
rasa syukur kepada Tuhan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Jika engkau pandai bersyukur, Tuhan akan menambah 
nikmat padamu,&quot; ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://gpibsinaisby.ucoz.com/blog/mangkuk_tanpa_alas/2010-05-21-1</link>
			<dc:creator>SINAI</dc:creator>
			<guid>https://gpibsinaisby.ucoz.com/blog/mangkuk_tanpa_alas/2010-05-21-1</guid>
			<pubDate>Fri, 21 May 2010 08:33:23 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>