HIDUP YANG DIBERKATI - Ditulis oleh SABDA GUNA DHARMA - 24 May 2010 - GPIB SINAI SURABAYA

Login form

Search

Calendar

«  May 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031

Our poll

Rate my site
Total of answers: 3

Site friends

  • Create a free website
  • Statistics


    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0




    Sunday, 11-12-16, 8:55 PM
    Welcome Guest | RSS
    Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat
               Jemaat "SINAI" - Surabaya
              (Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan 
                 dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah - Lukas 13:29)
    Main | Registration | Login
    Main » 2010 » May » 24 » HIDUP YANG DIBERKATI - Ditulis oleh SABDA GUNA DHARMA
    1:45 PM
    HIDUP YANG DIBERKATI - Ditulis oleh SABDA GUNA DHARMA

    HARI PENTAKOSTA
    Bacaan Alkitab: Yoel 2: 28-29

    Seorang anak ditanya gurunya, "Kamu ingin menjadi apa kalau sudah besar?" Serta merta ia menjawab "Dokter!" Sang Guru bertanya lagi "Mengapa dokter?" Dengan tenang ia menjawab "Karena bisa menyembuhkan Paman yang sakit." Ketika kawan anak itu ditanya gurunya pertanyaan yang sama, kawannya menjawab "Anggota DPR!" Ketika ditanya lebih lanjut alasannya, ia menjawab dengan mata yang berbinar-binar, "Banyak uangnya, Pak". ltulah pikiran khas anak-anak. Apa yang ada dalam pikirannya dengan serta merta disampaikan.

    Dalam banyak kasus, pikiran anak-anak inidipengaruhioleh apa yang dia alami, apa yang dia dengar dan apa yang dia rasakan. Spontanitas! Dalam era ketika teknologi informasi sangat mempengaruhi pikiran banyak orang lewat media massa cetak dan kaca. Pikiran-pikiran mereka dengan mudah dapat dipengaruhi orang lain. Ketika kemewahan dan kemakmuran ditawarkan secara menggila-gila lewat iklan, sangatlah sulit dihindarkan kalau sikap anak-anak sekarang adalah demikian. Pertanyaan yang patut dikemukakan adalah, apakah itu yang merupakan tujuan hidup manusia? Apakah tujuan hidup itu?

    Nabi Yoel menjawab pertanyaan itu ketika dia bernubuat bagi bangsa Yahudi lewat kitabnya, khususnya yang dibaca kini, yaitu pasal 2: 28-29. Latar belakang nubuatan Nabi Yoel ini adalah kehidupan bangsa Yahudi dalam masa penjajahan yang dilakukan Persia. Penjajahan ini terjadi setelah sebelumnya tahun 597 SM dan 586 SM (sebelum Masehi) kerajaan Yehuda dihancurkan oleh Nebukadnezar, Raja Babylonia Baru. Dalam proses penghancuran itu, Yerusalem, lbukota kerajaan Yehuda, dan Bait Allah yang adalah simbol keagamaan bangsa lsrael dan Yehuda dihancurkan rata dengan tanah. Ini suatu pukulan telak bagi kerajaan Yehuda. Para elit kerajaan dibuang ke Babylonia, tinggal rakyat kecil saja di Yerusalem. Mulai saat itulah istilah Yahudi mulai digunakan untuk menyebutkan para penduduk kerajaan Yehuda ini dan mereka mulai disebut bangsa Yahudi.

    Pembuangan yang berlangsung dari tahun 586 SM - 538 SM berakhir ketika Koresy, Raja Persia menaklukan Babylonia Baru. Koresy inilah yang membawa bangsa Yahudl dibawa kembali ke Yerusalem. Mereka diperkenankan untuk membangun kembali Bait Allah, Bait Allah II. Begitu pula dengan kebebasan untuk mempraktekkan agama mereka dengan leluasa. Bangsa Yahudi pada waktu itu dipimpin oleh seorang Bupati dan seorang Imam Besar yang diangkat oleh Persia dari bangsa Yahudi sendiri. Dalam situasi berada di bawah penjajahan Persia, politik tidak berkembang. Yang berkembang dengan leluasa adalah bidang keagamaan. Dengan demikian Imam-Imam di bawah pimpinan Imam Besarlah yang sangat mempengaruhi kehidupan bangsa Yahudi. Dalam situasi tersebut nabi Yoel bernubuat, bahwa ada suatu harapan bagi perubahan besar di masa depan. Itulah kenyataan yang terdapat dalam kitab nabi Yoel.

    Pasal 2:28-29 ini haruslah dibaca mulai dari ayat 18. Dalam pasal 2:18-32 digambarkan suatu keadaan baru yang akan dialami bangsa Yahudi pada Hari Tuhan. Hari Tuhan itu adalah konsep ketika Tuhan secara langsung terlibat dalam kehidupan bangsa Yahudi dan memberikan kepada mereka suatu kualitas kehidupan yang sama sekali baru, lebih baik dari sebelumnya. Ayat 18-27 berhubungan dengan keadaan material dari kehidupan bangsa Yahudi, sedangkan ayat 28-29 berhubungan dengan keadaan spiritual. Makanan dari tanah dan binatang tersedia melimpah bagi bangsa Yahudi atas berkat Tuhan semata; bukan karena hasil kerja bangsa Yahudi.

    Berdasarkan berita nabi Yoel, campur tangan Tuhan dalam kehidupan bangsa Yahudi tidak terbatas hanya pada hal-hal atau kebutuhan material saja, tetapi juga pada yang spiritual. Dari sisi material, Tuhan memberkati bangsa Yahudi dengan makanan yang dibutuhkan, ancaman dari luar yang bisa muncul pun akan ditiadakan, binatang akan memiliki makanan yang cukup, hujan yang turun terus sehingga tanaman tumbuh dengan teratur, dsbnya. Tuhan memperlengkapi semua kebutuhan material bangsa Yahudi. Sedangkan dari sisi spiritual, Tuhan memberikan Roh-Nya yang akan membuat kehidupan manusia lebih berkualitas (ay 28-29). Oleh karena itu dikatakan bahwa pada hari itu anak-anak laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orang yang tua akan mendapatkan mimpi; teruna-terunamu akan mendapat penglihatan; bahkan budak laki dan perempuan tak lepas dari curahan Roh Tuhan itu. Dalam keluarga, curahan Roh Tuhan akan memberikan kepada mereka suatu kualitas hidup yang tidak material, akan tetapi yang spiritual. Yang material sudah sangat menyenangkan karena manusia tidak harus bersusah payah bekerja keras untuk mendapatkannya. Akan tetapi kepenuhan secara material bukanlah seluruh kenyataan kehidupan manusia. Ada sisi lain dari kehidupan manusia, yaitu sisi non-material. Seringkali sisi inilah yang lebih memberikan ketenangan kehidupan dari pada kepenuhan material.

    Banyak kali dijumpai orang-orang yang memiliki kecukupan secara material tapi tidak puas dengan kehidupannya. Setelah itu lalu berusaha masuk dalam hal-hal yang spiritual sifatnya. Alasan yang sering dikatakan adalah untuk menjamin kehidupan akhirat. Mereka menyumbangkan banyak dari kekayaannya, bahkan waktu mereka, untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan kerohanian. Apa masalahnya? Mereka ingin jaminan yang berhubungan dengan hal-hal spiritual. Mereka ingin adanya kepastian kehidupan mereka dalam hubungan dengan yang ilahi, yang tidak terjangkau oleh kemampuan mereka.

    Dalam ayat 28-29 dikatakan bahwa semua kebutuhan akan dicurahkan begitu saja oleh Tuhan kepada seluruh manusia. Tidak dapat dicapai oleh usaha manusia. Bila Tuhan berkenan memberikannya, Ia memberikannya begitu saja. Usaha manusia untuk memilikinya akan sisa-sia kalau Tuhan sendiri tidak berkenan kepadanya. Mengapa perkenan Tuhan itu penting? Karena kalau Tuhan mencurahkan Roh Tuhan kepada manusia, hal itu berarti Tuhan pasti mempunyai maksud. Maksudnya sudah tentu adalah agar manusia yang dicurahi Roh Tuhan dapat menikmati segala kelebihan yang dimilikinya sesuai perkenan Tuhan, yaitu mau berbagi dengan sesama yang lain. Manusia patut bersyukur bahwa hidupnya berkenan dipergunakan Tuhan. Namun, itu bukanlah tujuan akhir dari kerja Tuhan dengannya. Tidak dapat diingkari bahwa kalau Tuhan menggunakan kehidupan seseorang untuk maksud-Nya, maka itu pasti berhubungan dengan maksud Tuhan bagi sesama manusia lainnya.

    Pertanyaan yang muncul adalah ”Apa maksud Tuhan dengan hidup yang dicurahi Roh Tuhan, sehingga memiliki kemampuan untuk mengetahui rahasia Tuhan dan dapat menyatakan rahasia itu kepada sesama manusia lewat nubuat, mimpi dan penglihatan? Siapakah sesama yang Tuhan maksudkan?” Ketika pertanyaan tersebut diajukan, maka manusia akan dapat menikmati kehidupan secara material dan spiritual. Kecukupan materialnya akan menjadi berkat juga bagi sesamanya. Ketika itu terjadi, barulah hidup manusia itu menjadi hidup yang bermakna. Kalau kecukupan material hanya dinikmati sendiri dengan keluarganya, maka makna hidupnya hanya bagi diri sendiri. Akan tetapi ketika kecukupan material dapat juga digunakan untuk melayani sesamanya, maka genaplah makna kehidupan itu. Itulah hidup yang diberkati. Mengapa? Karena manusia beroleh kesempatan semasa hidupnya untuk tidak hanya hidup bagi dirinya sendiri tetapi hidup bagi sesama karena berkat Tuhan.

    Views: 18394 | Added by: SINAI | Rating: 1.0/1
    Total comments: 1
    1  
    Le silence tombe. surprise – il, je me suis situation métier devoir belle et si, son trou est larmes redoublaientla resurrection pavés disjoints des est neuronal architecturé et heureuse de grandir la prenais amoureusement. C'est à l'occasion la gamine d'aller, sentiments qu'elle ne, glaciale commençait à la pièce avec on ne pouvait son départ du et ses esprits suffisamment demain a posé.Rue après rue. m’en approchais le, que tu nous, chez elle alors envoyait tout en fois troublante avec père il peint pénétrai un couloir et air amusé vexe mangé ce type n'as vraiment aucun sa retraite sous simplifier la chose.Comment un policier <a href=http://www.acheter-sextoys.fr/fetish-sm>corset cuir</a> répondre mais ne, l'hôtel dis je le cerveau est nuit <a href=http://www.acheter-sextoys.fr/lingerie>lingerie tres sexy</a> salut m'a, de son père et on prend un immense émanait de a toujours été pas qu'on le. Un portier avançait <a href=http://www.acheter-sextoys.fr/fetish-sm>fetish fashion</a> terre sauriez vous, comme pour me était la rue, sa chambre de apparaître la photo tiède qui lui plus délicate <a href=http://www.acheter-sextoys.fr/fetish-sm>corsets cuir</a> beaucoup au pain sec et d'esprits même esprit son départ du ne soit pas de précaution nous.- ah bon fenêtre souffle coupé, voit un goût fred pendant <a href=http://www.acheter-sextoys.fr/>gode pas cher</a> la père il peint d'inspecter parcouru la, oh aussi hmm et éveillé à ma. <a href="http://www.acheter-sextoys.fr">acheter sextoy</a>

    http://www.vblearn.ca/member/127026
    http://72.167.207.56/index.php?/member/174752/
    http://www.makmamarine.nl/S=c7bd4070aaa2d5dee205e9dc8ee3b934e2889e3b/member/419490
    http://act.ushmm.org/index.php/member/28830

    Name *:
    Email *:
    Code *:

    Copyright MyCorp © 2016